Thursday, April 22, 2010 0 comments

Dibalik Tanggal 13!


Terinspirasi dari cerita Mr. Andy, saya merasa ingin menulis kisah dibalik tanggal 13 Agustus.alt
Ya, tanggal 13 agustus adalah hari ulang tahun saya. Sejak dulu, orang-orang percaya, bahwa angka 13 adalah angka sial. Sialnya lagi, saya hampir mempercayai itu setelah mengalami kejadian-kejadian yang meninggalkan memoir tak terlupakan.
Hari itu hari jum'at, tanggal 13 agustus 2000. Saya masih kelas 4 SD. Seusai shalat jum'at. seperti biasanya saya bersiap mengenakan baju batik seragam sekolah. Maklum, sekolah di sebuah kota kecil, saat itu menggunakan sistem shift, jadi kelas saya berlangsung siang-petang.
Setelah selesai berpakaian dan makan siang, saya beranjak mengambil kunci sepeda dan bergegas mengenakan sepatu. Saat itu, baru sekitar 1 bulan saya 'dipercaya' mengendarai sepeda, alasannya sederhana : saya baru saja pandai bersepeda.
Pada masa itu, tante saya yang masih bersekolah di Madrasah Aliyah tinggal bersama kami di rumah. Melihat saya selesai memasang tali sepatu, ia menawarkan untuk mengantarkan saya ke sekolah, karena tante ingin meminjam sepeda pergi ke suatu tempat selesai sekolah. Saya tentu saja menolak dan semua orang tahu akan berujung ke mana. Kalau dipaksa =  meledak. Saya keras kepala dan layaknya sifat anak SD pada umumnya, rasa mencintai barang baru amat tinggi,
Wednesday, April 21, 2010 0 comments

presentasi ethnic ukm



SISTEM SOSIAL JAWA

1. Daerah Asal Kebudayaan Jawa
Daerah asal orang jawa adalah pulau jawa, yaitu suatu pulau yang panjangnya lebih dari 1200 km dan lebarnya 500 km, terletak di tepi sebelah selatan kepulauan Indonesia, kurang lebih 7 derajat di sebelah selatan garis khatulistiwa dengan luas hanya 7% dari seluruh dataran kepulauan Indonesia.
Orang Jawa banyak mendiami bagian tengah dan timur dari seluruh pulau jawa, sebelah baratnya (yang hampir seluruhnya merupakan dataran tinggi priyangan), seperti kita ketahui, adalah daerah sunda. Batas dari daerah jawa dan sunda sulit ditentukan secara tepat, tetapi garis batas itu dapat digambarkan sekitar sungai Citandui dan sungai Cijulan di sebelah selatan, dan kota Indramayu di sebelah utara.
Hampir seluruh pulau jawa memang sangat padat penduduknya, bahkan pulau jawa yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah Indonesia dan dihuni oleh hampir 60% dari seluruh penduduk Indonesia, adalah daerah asal kebudayaan Jawa.
2. Jumlah Orang Jawa
Laju pertumbuhan orang jawa
Walaupun sudah dimaklumi orang bahwa jumlah penduduk jawa sangat tinggi
, angka yang pasti tidak diketahui. Kita hanya dapat mengira-ngira saja berapa jumlah orang yang tinggal di pulau jawa, khususnya yang tinggal di daerah asal orang jawa, yaitu Propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Akan tetapi, di daerah-daerah itu tinggal juga orang-orang yang bukan jawa. Di masa yang silam pun daerah itu tidak hanya didiami oleh orang jawa saja, lagipula, lebih dari satu setengah juta orang jawa, tinggal di luar daerah asalnya, karena mereka dibawa ke daerah jajahan Belanda
0 comments

Visit the ©Daily Avocado Community
Saturday, March 13, 2010 0 comments

Apalah Arti sebuah Nama ("Raja")?

Jadi begini, hari minggu lalu seperti biasa saya menjalankan rutinitas volunteering saya di Semenyih - MY. Setiap minggunya saya diantar jemput sama NGO yang hired saya. Nah, kebetulan minggu lalu yang jemput orang lain, namanya Karu. He's Indian and I've never met him. Unfortunately, I had to do something urgent at the day, so I confirmed to Simon (the coordinator) that I couldn't join them (the children), but might be Simon forgot to reconfirm it to Karu. So then, Here is the scene :

Sunday, February 7, 2010 2 comments

Bangga Indonesia : Sayang Budaya Refleksikan Cinta Bangsa__http://www.mudaers.com

Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC

-Sayang budaya?-
Isu budaya mungkin menjadi polemik bagi sebagian orang. Saat isu-isu “kecolongan” terjadi, hampir setiap individu merasa “kehilangan” (baca : huru-hara). Namun, dibalik semua rasa memiliki tersebut, apakah kita sebenarnya cinta budaya dalam arti sebenar?
Mari telaah kembali hal – hal yang mungkin tanpa kita sadari telah mencuri pandangan kita tentang budaya.
1. Pengakuan budaya. Kita semua mengakui, Indonesia adalah Negara yang makmur, baik dari segi sumber daya alam maupun budaya yang beragam. Sedari kecil, paling tidak kita telah diajarkan ciri khas budaya masing-masing. Nah, apa yang terjadi sekarang? Generasi muda sudah bosan bahkan tidak ingin mendengar lagu daerah. Sangat banyak yang tidak tahu memainkan alat musik daerah sendiri bahkan tidak tahu tarian daerah sendiri, jangankan menarikannya. Kenyataannya, muda-mudi lebih memilih menguasai alat musik modern (baca : anak band).
Ironis, bukan? Saat budaya kita “direbut” oknum tertentu. Kita berkicau senyaring-nyaringnya, mengalahkan tokoh-tokoh budaya. Setiap orang beradu argumen di media-media massa dan elektronik,e.g: milis, forum etc. Tapi, sadarkah kita bahwa kita hanya terbawa emosi? Memang benar, rasa cinta tanah air sebagai wujud dedikasi itu penting. Tapi, semua itu non-sense kalau kita sendiri tidak tahu apa implementasi budaya itu sendiri. Tidak usah bicara panjang lebar, kalau kita sendiri tidak punya bukti kuat. Coba fikirkan,

Avant-propos!

Welcome to my page! Feel free to drop your comment :)

Introduction

Welcome

.

Twitter

“We are born to learn, We learn to know, We know to share, We share to think, We think for CHANGE!”-Raja Reza Fahlevi

Dibalik Tanggal 13!


Terinspirasi dari cerita Mr. Andy, saya merasa ingin menulis kisah dibalik tanggal 13 Agustus.alt
Ya, tanggal 13 agustus adalah hari ulang tahun saya. Sejak dulu, orang-orang percaya, bahwa angka 13 adalah angka sial. Sialnya lagi, saya hampir mempercayai itu setelah mengalami kejadian-kejadian yang meninggalkan memoir tak terlupakan.
Hari itu hari jum'at, tanggal 13 agustus 2000. Saya masih kelas 4 SD. Seusai shalat jum'at. seperti biasanya saya bersiap mengenakan baju batik seragam sekolah. Maklum, sekolah di sebuah kota kecil, saat itu menggunakan sistem shift, jadi kelas saya berlangsung siang-petang.
Setelah selesai berpakaian dan makan siang, saya beranjak mengambil kunci sepeda dan bergegas mengenakan sepatu. Saat itu, baru sekitar 1 bulan saya 'dipercaya' mengendarai sepeda, alasannya sederhana : saya baru saja pandai bersepeda.
Pada masa itu, tante saya yang masih bersekolah di Madrasah Aliyah tinggal bersama kami di rumah. Melihat saya selesai memasang tali sepatu, ia menawarkan untuk mengantarkan saya ke sekolah, karena tante ingin meminjam sepeda pergi ke suatu tempat selesai sekolah. Saya tentu saja menolak dan semua orang tahu akan berujung ke mana. Kalau dipaksa =  meledak. Saya keras kepala dan layaknya sifat anak SD pada umumnya, rasa mencintai barang baru amat tinggi,

presentasi ethnic ukm



SISTEM SOSIAL JAWA

1. Daerah Asal Kebudayaan Jawa
Daerah asal orang jawa adalah pulau jawa, yaitu suatu pulau yang panjangnya lebih dari 1200 km dan lebarnya 500 km, terletak di tepi sebelah selatan kepulauan Indonesia, kurang lebih 7 derajat di sebelah selatan garis khatulistiwa dengan luas hanya 7% dari seluruh dataran kepulauan Indonesia.
Orang Jawa banyak mendiami bagian tengah dan timur dari seluruh pulau jawa, sebelah baratnya (yang hampir seluruhnya merupakan dataran tinggi priyangan), seperti kita ketahui, adalah daerah sunda. Batas dari daerah jawa dan sunda sulit ditentukan secara tepat, tetapi garis batas itu dapat digambarkan sekitar sungai Citandui dan sungai Cijulan di sebelah selatan, dan kota Indramayu di sebelah utara.
Hampir seluruh pulau jawa memang sangat padat penduduknya, bahkan pulau jawa yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah Indonesia dan dihuni oleh hampir 60% dari seluruh penduduk Indonesia, adalah daerah asal kebudayaan Jawa.
2. Jumlah Orang Jawa
Laju pertumbuhan orang jawa
Walaupun sudah dimaklumi orang bahwa jumlah penduduk jawa sangat tinggi
, angka yang pasti tidak diketahui. Kita hanya dapat mengira-ngira saja berapa jumlah orang yang tinggal di pulau jawa, khususnya yang tinggal di daerah asal orang jawa, yaitu Propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Akan tetapi, di daerah-daerah itu tinggal juga orang-orang yang bukan jawa. Di masa yang silam pun daerah itu tidak hanya didiami oleh orang jawa saja, lagipula, lebih dari satu setengah juta orang jawa, tinggal di luar daerah asalnya, karena mereka dibawa ke daerah jajahan Belanda

Visit the ©Daily Avocado Community

Apalah Arti sebuah Nama ("Raja")?

Jadi begini, hari minggu lalu seperti biasa saya menjalankan rutinitas volunteering saya di Semenyih - MY. Setiap minggunya saya diantar jemput sama NGO yang hired saya. Nah, kebetulan minggu lalu yang jemput orang lain, namanya Karu. He's Indian and I've never met him. Unfortunately, I had to do something urgent at the day, so I confirmed to Simon (the coordinator) that I couldn't join them (the children), but might be Simon forgot to reconfirm it to Karu. So then, Here is the scene :

Bangga Indonesia : Sayang Budaya Refleksikan Cinta Bangsa__http://www.mudaers.com

Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC

-Sayang budaya?-
Isu budaya mungkin menjadi polemik bagi sebagian orang. Saat isu-isu “kecolongan” terjadi, hampir setiap individu merasa “kehilangan” (baca : huru-hara). Namun, dibalik semua rasa memiliki tersebut, apakah kita sebenarnya cinta budaya dalam arti sebenar?
Mari telaah kembali hal – hal yang mungkin tanpa kita sadari telah mencuri pandangan kita tentang budaya.
1. Pengakuan budaya. Kita semua mengakui, Indonesia adalah Negara yang makmur, baik dari segi sumber daya alam maupun budaya yang beragam. Sedari kecil, paling tidak kita telah diajarkan ciri khas budaya masing-masing. Nah, apa yang terjadi sekarang? Generasi muda sudah bosan bahkan tidak ingin mendengar lagu daerah. Sangat banyak yang tidak tahu memainkan alat musik daerah sendiri bahkan tidak tahu tarian daerah sendiri, jangankan menarikannya. Kenyataannya, muda-mudi lebih memilih menguasai alat musik modern (baca : anak band).
Ironis, bukan? Saat budaya kita “direbut” oknum tertentu. Kita berkicau senyaring-nyaringnya, mengalahkan tokoh-tokoh budaya. Setiap orang beradu argumen di media-media massa dan elektronik,e.g: milis, forum etc. Tapi, sadarkah kita bahwa kita hanya terbawa emosi? Memang benar, rasa cinta tanah air sebagai wujud dedikasi itu penting. Tapi, semua itu non-sense kalau kita sendiri tidak tahu apa implementasi budaya itu sendiri. Tidak usah bicara panjang lebar, kalau kita sendiri tidak punya bukti kuat. Coba fikirkan,

Followers

 
;