Showing posts with label sharing. Show all posts
Showing posts with label sharing. Show all posts
Tuesday, July 26, 2011 3 comments

Tembilahan, Indonesia Mini :)

Kali ini saya akan berbagi mengenai beberapa kebiasaan unik masyarakat kota Tembilahan. Ya, kota indah di daerah selatan provinsi Riau ini adalah ibukota kabupaten Indragiri Hilir sekaligus kota kelahiran saya. Negeri yang terkenal dengan sebutan “negeri seribu parit” ini memang unik. Sesuai gelarnya, kota ini memiliki banyak parit. Eit, jangan salah kaprah dulu. Parit di dalam terma kota ini adalah anak sungai kecil, bukan selokan atau got. Jadi bisa ditebak, kota ini pun memiliki "seribu jembatan“. Jembatannya pun bukan jembatan gantung biasa terlebih lagi batang pohon semata, namun jembatan yang dibangun adalah jembatan kokoh (besi) yang penyangganya langsung dibawa dari Australia. Menarik, bukan?

Jembatan penghubung di Rumbai
Nah, keunikan lain kota ini adalah keberagaman suku di dalamnya. Boleh dibilang, kota ini adalah Indonesia mini. Semua suku ada di sini. Ya tidak semua juga, tapi beberapa suku boleh kita sebutkan seperti Melayu, Banjar, Batak, Minang, Jawa, Sunda, Madura, Bugis, Tionghoa, dll. Lumayan banyak, ya ? Kota kecil yang berpenduduk 70 ribuan ini, hidup harmonis dengan semua keberagaman itu. Bayangkan saja, berbeda suku tentunya beda kebiasaan dong ? Jika disinkronisasikan pada sejarah, kota ini menjadi begitu beragam karena letaknya yang strategis. Sebagai daerah perairan, kota kecil ini tentunya menjadi akses dagang yang meluas. Juga, pada masa pra kemerdekaan banyak sekali tokoh-tokoh pahlawan seperti dari Kalimantan yang bersuku Banjar migrasi ke Riau, yaitu ke kota Tembilahan ini.
Jadi, sudah bisa diprediksi kebanyakan masyarakat kota ini, bahkan anak kecil mampu menguasai 2 atau 3 bahasa daerah. Mayoritas bahasa yang digunakan adalah bahasa Banjar, meskipun mayoritas penduduk adalah bersuku melayu. Jika dipasar, banyak juga yang menggunakan bahasa minang atau madura. Bahasa batak, jawa, hokkien, bugis dsb biasa digunakan dalam komunitas kecil misalnya di kampung jawa-sebuah komunitas mayoritas suku jawa yang hidup berdampingan. Jadi sedari kecil sudah terbiasa mendengar bahasa – bahasa daerah yang beragam.
Dari keberagaman inilah banyak kebiasaan-kebiasaan unik yang muncul. Salah satunya, pengucapan salam. Biasanya kita menggunakan salam seperti "Assalamu’alaikum" bagi yang muslim atau secara umum "Permisi", bukan ? Nah, di kota ini kami biasa mengucapkan "Ooorangnya" dibaca dengan huruf "o" yang sedikit dipanjangkan (sesuai penulisan) dan diikuti dengan "-rangnya" yang diiramakan. Secara literal kata "orang" ditujukan kepada orang yang dipanggil. Dan uniknya, panggilan ini tidak mengenal gender ataupun usia. Jadi, berlaku untuk semua orang khususnya orang yang tidak dikenal.



Hal unik lainnya adalah gaya khas percakapan. Kami biasa menggunakan partikel partikel tertentu di akhiran kalimat seperti juga dalam bahasa lainnya : toh dll. Bedanya, bahasa ini menjadi bahasa ‘tembilahan’ dan bukan lagi menjadi bahasa kesukuan saja. Bahkan suku Tionghoa pun juga mahir sekali dengan dialek ‘kebanjar-banjaran’ ini. Tiga diantaranya : pang, de‘ (dibaca dengan 'e' lemah), leh (dibaca dengan 'e' seperti dalam ‚lenggang‘). Partikel 'pang' digunakan untuk penekanan kalimat, contohnya : Nang itu tu pang tu‘ (Yang itu tuh!), jadi tidak memiliki makna tertentu. Sedangkan de‘ dan leh digunakan sebagai pengganti “..., kan?“ atau bisa juga sebagai pengganti "ya“ pada akhir kalimat, contohnya: Iye, de‘ = Iya, ya. Bedanya, de‘ digunakan dalam komunitas melayu tembilahan dan leh digunakan dalam percakapan bahasa banjar. Contoh penggunaan leh : Nang ini, leh? (Yang ini, bukan?).

Sekian dulu. Tunggu postingan mengenai kebiasaan tau budaya unik lainnya ! :)
Thursday, July 7, 2011 0 comments

Tips mengurus visa di kedutaan besar luar negri

Postingan ini saya buat sekedar berbagi pengalaman saat mengurus visa.
VISA! Apa itu visa? Credit Card? Hurm, ato jajanan sore yang biasa dikenal dengan nama VISA GORENG? Pisang Goreng!
Pada dasarnya Visa adalah dokumen izin perjalanan antar negara. Nah, jadi gak bisa asal jalan! Kudu sah aka legal kalau gak mau dideportasi setelah sampai di tujuan. Visa ini di atur berdasarkan hubungan kerjasama yang terjalin antara negara – negara terkait. Negara-negara dalam regional tertentu melalui ikatan regionalism umumnya telah bersepakat dalam pengaturan kunjung mengunjungi ini. Jadi dalam kondisi tertentu kita gak perlu Visa aka Visa Waiver/Visa Free. Visa juga terbagi atas beberapa kategori. Kalau biasanya di kedutaan akan di tulis kode A,B,C dsb. Nah, kode tersebut menunjukan tipe visa kita yang tidak lain berhubungan dengan maksud dan tujuan kunjungan kita. Ya contohnya jalan-jalan, bisnis, kunjungan resmi (ke istana atas undangan resmi, urusan diplomatik), pendidikan (belajar di luar negri), misi budaya, dsb. Ada skala prioritas? Ada! Pada kondisi tertentu, pihak kedutaan berhak menolak aplikasi visa kita. Di lain sisi, kita juga berhak mengulangi aplikasi. Tapi bayar lagi biaya urusannya karena diterima atau tidaknya visa, uang adm dianggap hangus! Skala prioritas tersebut tentunya berhubungan dengan beberapa faktor, misalnya : Jenis paspor. Kalau kamu adalah duta, diplomat dan sejenis orang resmi lainnya, ya gak perlu repot karena biasanya banyak pengecualian, bahkan visa waiver! Faktor lainnya : Tujuan kunjungan. Seperti dibahas di atas. Kalau kunjungan lo gak jelas, ya gak bakal di approve! Maksud loe ‚gak jelas‘? Takut lo jadi gelandangan di negara tujuan! Nah, tujuan perjalanan kamu bisa dikategorikan gak jelas karena faktor dokumen-dokumen pendukung perjalanan yang merupakan bagian dari aplikasi visa, seperti : tiket pergi-pulang (Wajib! Gak bisa nungguin ortu or temen nyusul buat bliin!), juga surat undangan (konferens,misi budaya,dsb). Trus juga surat keterangan sponsor (maksudnya siapa yang nanggung biaya hidup).

Dalam hal ini kalau emang pengen jalan – jalan doang dan gak punya sodara ato temen yagn bisa ditumpangin di negara tujuan, berarti ya nanggung sendiri dong,ya = fotokopi bukti rekening bank sebagai bukti lo bisa hidup di negara tujuan dan balik lagi. Biasanya ada alternatif buat keterangan sponsor dsb ini, yakni cari temen di website traveling seperti couchsurfing dsb. Tujuan websitenya sederhana : gue mau ke negara lo, numpang ye! So, kalau udah klop ama calon host loe, mereka bisa kasi keterangan terkait, semisal alamat mereka dsb yang bakal ngebantu banget dalam proses pengurusan visa.
Semua faktor di atas gak menjamin visa lo diterima! Berangkat dari beberapa pengalaman temen gue, meskipun apply buat konferensi internasional, tetep aja ditolak dan harus apply lagi. Tapi, kalau lo lucky, visa bahkan bisa gratis! Gue pernah dapet!
Nah, gimana tuh caranya ngurus visa?
1) Setelah tahu tujuan negara lo, langsung aja googling official website ministry of foreign affairsnya mereka. Tinggal klik bagian visa. Kalau website resmi gak ada, lo bisa googling aja pake keyword semisal “Visa to XXX for Indonesian passport holder”. Ntar bakal ada banyak referensi, bahkan dari website kedutaan-kedutaan/konsulat luar negri Negara bersangkutan. Trus liat visa exemption/waiver nya. Kalau Indonesia termasuk Visa Free, lo tinggal cabut! Kalau ada tulisan VOA, itu artinya Visa On Arrival. Kategori ini juga ngebantu banget, karena kalau waktu lo mepet buat ngurus visa dan gak mau repot ngisi2 form beserta dokumen2 kayak di atas tadi, visa jenis ini adalah alternative +1000! Karena kita dikasi kesempatan buat masuk hanya dengan bayar sejumlah kecil uang (berdasarkan durasi tinggal) pas nyampe di Negara bersangkutan! Nah, kalau di website bersangkutan Indonesia gak dapet exemption/VOA, lanjut ke tips 2!
2) Baca syarat-syarat aplikasi visa di website yang udah dijelasin di atas
3) Download semua dokumen terkait. Isi forumulir visa sebisanya. Yang gak ngerti ya, tinggalin! Ntar petugas yang ngelayanin bakal bantu, kok.
4) Jangan lupa foto! Biasanya foto ini preferable berlatar putih, ukuran ya passport size, trus satu lagi : Jangan senyum! Senyum boleh, tapi jangan sampai kelihatan gigi sedikitpun! #pengalamanburukfotosenyum.
5) Sediain uang cash yang pas buat bayar visanya.
6) Kalau gak ngerti atau puyeng ama syarat-syaratnya. Tinggal telp aja tuh kedutaan bersangkutan. Nomer telp nya? Ya tinggal klik di “contact us” websitenya.
Nah, kenapa gue saranin buat nyiapin dokumennya duluan? Karena kebanyakan orang yang datang ke kedutaan, ngantri lama2, cuma buat nanya syarat2!? So, daripada bolak-balik gak jelas, mendingan persiapkan aja dokumen2 pelengkapnya dulu.
Ini link postingan beberapa Negara visa free and VOA buat Indonesian Passport Holder :
Siap ngurus, visa? Yuk, traveling!
Friday, February 4, 2011 3 comments

“EXPERIENCE BEING ONE NIGHT GELANDANGAN @KL”

Semua berawal dari kesalahan saya mengirim pesan facebook kepada kakak angkat saya, Lala supaya menjemput saya „besok malam“, tidak membubuhkan tanggal dan saat itu saya menuliskan pesannya larut malam. Dikarenakan keterbatasan akses internet dan khususnya Facebook selama di Vietnam, jadi saya mengalami hambatan mengirim pesan :) Akibatnya? Begini ceritanya…

Suatu malam menantang sehabis backpackeran. Kali ini sepertinya universe mau ngasi lebih banyak lagi pengalaman hidup, kayak belum cukup ajah petualangan aral merintang (plus kere) Southeast Asia yang bahkan baru resmi selesai.

2 Februari 2011.  10.35 PM saya mendarat di KLIA, LCC terminal dari HCMC, Vietnam. Sebelum mendarat saya sempat membeli barang in flight sale: tiket sky-bus LCCT-KL SENTRAL senilai RM9, buat jaga-jaga kalau nggak dijemput, meskipun harganya lebih mahal RM2 dari biasanya (pelajaran penting: Jangan pernah terburu-buru beli tiket bus, ada banyak kok pas nyampe). Setelah mengambil bagasi berupa satu backpack, saya pun melajukan langkah ke bus stop, bus melaju 10 menit setelahnya, daaann cerita pun bermulai. Entah jam berapakah itu, setibanya di KL sentral akses komuter menuju universitas saya pun sudah tutup. Hadeeeh!! @__@‘
Taksi?? Uang dari manaa? Double charge tengah malam begini! Minta jemput temen? Sudah salah timing! Coba call temen yang lain? Pada di Indonesia! Coba temen Malay? Selain nomor kontak memang sudah tidak ada karena BB ku baru aja hilang, memang kebanyakan teman yang kemungkinan bisa menjemput sedang liburan ke kampung masing-masing! This is Chinese New Year Holiday, bro! OMG! Darn me!
Ok, what else? Try to contact them via fb? I tried! But right at the middle of my struggling effort, my battery was out. Charge it? Sudah diusir dari tempat tunggu dan tidak bisa menemukan plug. Ngenet di McD? Duit lagi miris? Mau coba telfon lagi? Baterai hape habis! 
Akhirnya tanpa berfikir panjang dan tetap berfikir positif : MASA BACKPACKER TAKUT NYASAR DI NEGRI SENDIRI? DI NEGRI ORANG ANTENG2 AJAH?! Justru itu! Saya sendiri masih bingung sama KL yang lumayan besar ini (maklum kuliah di hutan). Akhirnya mau tidak mau berusaha mencari jalan keluar : cari tempat ngecharge atau meminjam hp orang buat telfon. Tapi dimana dan bagaimana??? In the middle of nowhere in midnight???
I kept walking. I found myself confidence as usual (but his time is overconfidence: without map!). So, with my sense saya berjalan kemana saja kaki saya melangkah menelusuri high way KL yang ampun lebarnya-dan cukup mengintimidasi pejalan kaki karena tidak tahu harus kemana-sambil *kalau niat* membaca sign board. Sedikit lega, tidak lama berjalan ketemu pasar seni. Lega gimana ? Tidak ada apa-apa di pasar seni jam 2 malam ! Akhirnya kaki terus menelurusi kompleks Bumidaya di KL, *itu lo deket-deket Jalan Perdana dsb. Tapi, saya berada di sisi seberangnya. Karna gelap saya sebelumnya sama sekali tidak tahu jalan apa yang saya lalui. Yang saya tahu, saya berjalan untuk menghabiskan waktu. Kalau capek, duduk sebentar, kalau ngantuk cari tempat bersandar yang aman. Wew!

Akhirnya saya sampai di sebuah jembatan kecil yang dibawahnya ada anak sungai (masih di area yang sama). Ada beberapa gelandangan yang tidur di sana, satu diantaranya terbangun tiba-tiba dengan gerak waspada (dikirain saya polisi kali yak), padahal saya gak berisik. Saya menyusuri bahu jembatan dan sebenarnya terbesit di kepala saya (dan sangat ingin) untuk tidur di situ (*capek bgt dah ah), tapi entah kenapa saya hanya duduk sebentar dan melanjutkan perjalanan. Saya menyeberangi jembatan kedua yang ada di sisi seberangnya dan tiba-tiba seorang bapak-bapak ikut berjalan tepat setelah saya melewatinya. Hiyaaa, serem! Saya diikuti! Saya melanjutkan perjalanan dengan langkah sedikit terburu-buru dan mengedarkan pandangan ke jalan memastikan ada orang lewat. Memang ada, tapi semuanya menggunakan mobil dan melaju kencang. Duh, bagaimana saya minta tolong ini? Setelah melihat ke belakang beberapa kali dan sampai di ujung jalan yang terang, saya akhirnya lega, karena bapak itu tadi sudah tidak kelihatan. Setelah perasaan thrilled yang cukup mendongkrak adrenalin, rasa penat pun muncul lagi. Saya menelusuri jalan dan menemukan sebuah terowongan untuk menyeberang jalan. Ooops! Sebuah tim produksi film sedang melakukan syuting. Saya bingung. Saya sangat ingin menyeberang, tapi mengganggu jalannya syuting? Arghh..bagaimana cara permisinya ya? Setelah dua kali turun naik tangga terowongan itu, saya akhirnya memberanikan diri untuk meminta izin menyeberangi terowongan. Jadilah sekarang saya yang menjadi sorotan, semua kru syuting dan artis (rata-rata artis cilik, kemungkinan mereka sedang syuting film anak-anak) melototi saya (style backpacker nyasar). Saya berhasil menyeberangi terowongan dan melihat toilet umum. Ah! Pas sekali. Dan kenyataannya : Tidak pas. Toilet umum yang dimaksud sudah tutup. Cobaan berikut datang lagi : Saya menahan rasa ingin kencing. Tidak lama kemudian, saya berada di Jalan Perdana dimana Museum dan Bangunan bersejarah lainya seperti Bangunan Komuter dsb ada di sana. 

Jalan Perdana






Saya sudah lelah bukan kepalang. Saya pun tiba dibelakang kompleks mesjid samping kanan yang pastinya pagar akses menuju mesjid ditutup. Setelah diperhatikan, ada yang aneh di situ! Ya! Saya akhirnya sadar, kalau ternyata di setiap gundukan dekorasi yang ada di taman belakang mesjid itu, ada orang yang sedang tidur. Akhirnya tanpa fikir panjang, saya menemukan spot di sudut bangunan. Peduli amat! Yang penting gue mau sleeping! Berbantalkan backpack dan memeluk ransel berisi laptop saya pun berusaha tidur. Akhirnya tertidur sebentar sambil tetap waspada. Sesekali saya terbangun dan memastikan barang masih lengkap.  Pukul 4.30 terbangun, bukan karena ingin bangun atau digerebek polisi, tapi karena saya digigit semut! Eeww.


Kompleks mesjid bag.belakang tampak samping kiri
Saya bangun dan sambil mengucek mata, mulai berjalan lagi menyusuri jalan. Tidak lama, ketemu restoran india yang sudah buka. Leganya ! Artinya apa ? 1) Bisa ke toilet 2) Bisa istirahat tenang sambil menaruh barang dengan santai 3) Sarapan subuh sambil nonton TV!
Restorannya bersih dan murah! Recommended banget! 

Ini dia restoran penyelamat saya :)

Setelah menyaksikan Stoke City dikalahkan 2-0 oleh Liverpool (gol kedua dicetak dengan manisnya oleh Suarez), saya beranjak untuk naik komuter menuju ke UKM. Sebenarnya saya berniat ingin mengunjungi Museum dan Bird Park dulu pagi hari nanti. Ya, dihitung-hitung tanggung sekali, biar puas sekalian trip backpacker mendadak di KL.haha. tapi mengingat saya masih membawa backpack yang cukup besar, saya menangguhkan niat. Haha. 

Jalur menuju komuter, arsitekturnya unik ya? :)

The Commuter Platform

Sekitar pukul 8 pagi saya tiba di stasiun Universitas saya dan naik shuttle bus menuju ke kolej kediaman.
What a trip!

Friday, October 8, 2010 0 comments

Lassen Sie uns in Deutsch sprechen

Title above means : Let's speak in Deutsch (German). I started to learn German this semester. It was by accident actually. My first plan was to take French 4, but suddenly the Monsieur closed the class since there were only 2 students registered. So, I was thinking to find possible alternatives and of course by consider the language level and its linkage to French, so I can easily absorb 'em later. Then, I finally chose Espana. Buuut, grfff,, the time table was clash with my major. In my desperate time, Deutsch was the only choice I got. Since the next month, I was gonna spend my whole August in Turkiye. Then, God Al-Mighty, There was new lecturer appointed for Deutsch. Then she's just kind! She gave me the permission for the whole month ALA I can score in her papers..:)


Then day by day left, I'm starting to fall in love in Deutsch. Then as for me 'language lover', learning Deutsch is not as hard as learning Francais. The problem (so far) is only about : Gender! Even if Francais has significant gender's articles for nouns too, but Deutsch is just more complicated : They serve you with 3 Genders! Name it Masculine, Feminine and Neutral! Nothing is worse than those confusing articles. 

But well, other than those everything's just OK. Alles ist im Ordnung! Especially in terms of vocabulary and pronunciation. Tackled down 'em all!

Talking about learning Deutsch, Hier ist ein sehr gut Website fur Anfanger!

Check it out!

Tweet with us @DoubleTranslate

Viel Gluck!
Wednesday, May 12, 2010 0 comments

Holiday spaces

Hari ini menyenangkan. Bukan Raja kalau hari-harinya flat.haha....
Every second's diamond. ..
Today :

- Chit-chat ama tukang sapu jalan

- Nanya-nanya ama ank-anak esh de yang lagi nunggu bus : enak gak sekolahnya? mahal? ada keluhan? *gubrak, kayak dokter

- Chit chat bareng Staf TU (Tata Usaha-red) -nya Taman Budaya Provinsi Riau. Beliau adalah Pak Sukri. Seniman berdedikasi. Beliau udah nyampe eropa lo buat tour budaya melayu riau!... WEOWE!
Thanks to Mr. Sukri for all advices regarding to my preparation to Istanbul

- Visit Sang Nila Utama Museum. How many of you are still not interested to visit (at least) your regional museum? Ask your self. How come we become sooo proud of our tourism and historical sites, if we ourselves don't even try to love them.

- Amiinn and Alhamdulillah *yang ini limited yang tau... 
Tuesday, May 11, 2010 0 comments

Pesona Kota Curup

Sudah lama juga saia gak update,, hehe,,, slacky,,,
nah, klai ini saia mau bercerita sedikit tentang kota curup. Yap! kota curup adalah sebuah kota di bengkulu. Sebuah kota yang terletak di area yang cukup dingin/sejuk karena ada gunungnya,,hehe.. saia juga lupa apa nama gunungnya.
Nah, kenapa bisa ke sana yak?
Jadi ceritanya, kelas 3 sma waktu itu group saia 8 Voice mengikuti pertandingan nasyid se-sumatera yang di gelar di sana. Nah, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 12 jam dari pekanbaru by bus, kamu pun sampai. Hampir mendekati kota curup kami melewati daerah pegunungan yang cukup indah, karena ditanami berbagai macam sayur dan kopi. Ada juga yang jualan strawberry lo di stasiun bus nya. Uniknya, untuk masuk ke kota curup, kami harus menaiki taksi dari stasiun yang terletak di pegunungan tadi. Jangan fikir taksi ini sama dengan taksi lainnya. Itu dia uniknya,, taksi nya sama dengan oplet... lucu juga si.. tapi okelah..

Udara di kota itu menarik. Setiap hari pasti ada hujan gerimis. tapi gak lama. Jadi, jemur pakaian pegimane? nah, klu di sana agak ajaib juga si. Pakaian pake tenaga angin langsung kering..awkakw

Dan yang menariknya lagi, makanannya murah2 banget! roti bakar satu kotak penuh cuma 5 rebu! makan puassss....hahah

Makanannya juga bervariasi,, sesuai di lidah lah.. Suasana kota itu sebenarnya biasa saja. maklum kota kecil. Tapi, nuansa nya itu,,, adeeemm ajah,,, akwka*lebay..hahha...

Apalagi yang menarik? Yep, orang nya ramah-ramah banget! Even mereka tahu kita dari luar (asing-red), mereka gak ada niat nipu, malah seneng. kayak kedatangan turis gitu.haha
Kebanyakan pekerjaan komunitas nya adalah berdagang juga. Pedagang ini pun bervariasi. Ada yang perantau dari Sumbar, Riau dll.

Kelanjutannya? Tunggu aja!

To be continued
Saturday, April 24, 2010 2 comments

Mandi Telor Tengah Malam

Jadi ya, tips hidup sehat itu antara dua :

1. Makan telor + mandi pake sabun

2. Mandi pake telor + minum air sabun

Tapi, pilihlah nomer 2! Kenapa begitu?

Silakan mulai petualangan KARENA di bawah :

-->Karena tepat pada tgl 23 April seorang Arbi Matsuyama (bukan nama sebenar)yang biasa dipanggil bunga, *jiaaaaahh.... menggenapkan umurnya menjadi 21 Tahun!

-->Karena kita orang modern,
Thursday, April 22, 2010 0 comments

Dibalik Tanggal 13!


Terinspirasi dari cerita Mr. Andy, saya merasa ingin menulis kisah dibalik tanggal 13 Agustus.alt
Ya, tanggal 13 agustus adalah hari ulang tahun saya. Sejak dulu, orang-orang percaya, bahwa angka 13 adalah angka sial. Sialnya lagi, saya hampir mempercayai itu setelah mengalami kejadian-kejadian yang meninggalkan memoir tak terlupakan.
Hari itu hari jum'at, tanggal 13 agustus 2000. Saya masih kelas 4 SD. Seusai shalat jum'at. seperti biasanya saya bersiap mengenakan baju batik seragam sekolah. Maklum, sekolah di sebuah kota kecil, saat itu menggunakan sistem shift, jadi kelas saya berlangsung siang-petang.
Setelah selesai berpakaian dan makan siang, saya beranjak mengambil kunci sepeda dan bergegas mengenakan sepatu. Saat itu, baru sekitar 1 bulan saya 'dipercaya' mengendarai sepeda, alasannya sederhana : saya baru saja pandai bersepeda.
Pada masa itu, tante saya yang masih bersekolah di Madrasah Aliyah tinggal bersama kami di rumah. Melihat saya selesai memasang tali sepatu, ia menawarkan untuk mengantarkan saya ke sekolah, karena tante ingin meminjam sepeda pergi ke suatu tempat selesai sekolah. Saya tentu saja menolak dan semua orang tahu akan berujung ke mana. Kalau dipaksa =  meledak. Saya keras kepala dan layaknya sifat anak SD pada umumnya, rasa mencintai barang baru amat tinggi,
Sunday, February 7, 2010 2 comments

Bangga Indonesia : Sayang Budaya Refleksikan Cinta Bangsa__http://www.mudaers.com

Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC

-Sayang budaya?-
Isu budaya mungkin menjadi polemik bagi sebagian orang. Saat isu-isu “kecolongan” terjadi, hampir setiap individu merasa “kehilangan” (baca : huru-hara). Namun, dibalik semua rasa memiliki tersebut, apakah kita sebenarnya cinta budaya dalam arti sebenar?
Mari telaah kembali hal – hal yang mungkin tanpa kita sadari telah mencuri pandangan kita tentang budaya.
1. Pengakuan budaya. Kita semua mengakui, Indonesia adalah Negara yang makmur, baik dari segi sumber daya alam maupun budaya yang beragam. Sedari kecil, paling tidak kita telah diajarkan ciri khas budaya masing-masing. Nah, apa yang terjadi sekarang? Generasi muda sudah bosan bahkan tidak ingin mendengar lagu daerah. Sangat banyak yang tidak tahu memainkan alat musik daerah sendiri bahkan tidak tahu tarian daerah sendiri, jangankan menarikannya. Kenyataannya, muda-mudi lebih memilih menguasai alat musik modern (baca : anak band).
Ironis, bukan? Saat budaya kita “direbut” oknum tertentu. Kita berkicau senyaring-nyaringnya, mengalahkan tokoh-tokoh budaya. Setiap orang beradu argumen di media-media massa dan elektronik,e.g: milis, forum etc. Tapi, sadarkah kita bahwa kita hanya terbawa emosi? Memang benar, rasa cinta tanah air sebagai wujud dedikasi itu penting. Tapi, semua itu non-sense kalau kita sendiri tidak tahu apa implementasi budaya itu sendiri. Tidak usah bicara panjang lebar, kalau kita sendiri tidak punya bukti kuat. Coba fikirkan,

Avant-propos!

Welcome to my page! Feel free to drop your comment :)

Introduction

Welcome

.

Twitter

“We are born to learn, We learn to know, We know to share, We share to think, We think for CHANGE!”-Raja Reza Fahlevi

Showing posts with label sharing. Show all posts
Showing posts with label sharing. Show all posts

Tembilahan, Indonesia Mini :)

Kali ini saya akan berbagi mengenai beberapa kebiasaan unik masyarakat kota Tembilahan. Ya, kota indah di daerah selatan provinsi Riau ini adalah ibukota kabupaten Indragiri Hilir sekaligus kota kelahiran saya. Negeri yang terkenal dengan sebutan “negeri seribu parit” ini memang unik. Sesuai gelarnya, kota ini memiliki banyak parit. Eit, jangan salah kaprah dulu. Parit di dalam terma kota ini adalah anak sungai kecil, bukan selokan atau got. Jadi bisa ditebak, kota ini pun memiliki "seribu jembatan“. Jembatannya pun bukan jembatan gantung biasa terlebih lagi batang pohon semata, namun jembatan yang dibangun adalah jembatan kokoh (besi) yang penyangganya langsung dibawa dari Australia. Menarik, bukan?

Jembatan penghubung di Rumbai
Nah, keunikan lain kota ini adalah keberagaman suku di dalamnya. Boleh dibilang, kota ini adalah Indonesia mini. Semua suku ada di sini. Ya tidak semua juga, tapi beberapa suku boleh kita sebutkan seperti Melayu, Banjar, Batak, Minang, Jawa, Sunda, Madura, Bugis, Tionghoa, dll. Lumayan banyak, ya ? Kota kecil yang berpenduduk 70 ribuan ini, hidup harmonis dengan semua keberagaman itu. Bayangkan saja, berbeda suku tentunya beda kebiasaan dong ? Jika disinkronisasikan pada sejarah, kota ini menjadi begitu beragam karena letaknya yang strategis. Sebagai daerah perairan, kota kecil ini tentunya menjadi akses dagang yang meluas. Juga, pada masa pra kemerdekaan banyak sekali tokoh-tokoh pahlawan seperti dari Kalimantan yang bersuku Banjar migrasi ke Riau, yaitu ke kota Tembilahan ini.
Jadi, sudah bisa diprediksi kebanyakan masyarakat kota ini, bahkan anak kecil mampu menguasai 2 atau 3 bahasa daerah. Mayoritas bahasa yang digunakan adalah bahasa Banjar, meskipun mayoritas penduduk adalah bersuku melayu. Jika dipasar, banyak juga yang menggunakan bahasa minang atau madura. Bahasa batak, jawa, hokkien, bugis dsb biasa digunakan dalam komunitas kecil misalnya di kampung jawa-sebuah komunitas mayoritas suku jawa yang hidup berdampingan. Jadi sedari kecil sudah terbiasa mendengar bahasa – bahasa daerah yang beragam.
Dari keberagaman inilah banyak kebiasaan-kebiasaan unik yang muncul. Salah satunya, pengucapan salam. Biasanya kita menggunakan salam seperti "Assalamu’alaikum" bagi yang muslim atau secara umum "Permisi", bukan ? Nah, di kota ini kami biasa mengucapkan "Ooorangnya" dibaca dengan huruf "o" yang sedikit dipanjangkan (sesuai penulisan) dan diikuti dengan "-rangnya" yang diiramakan. Secara literal kata "orang" ditujukan kepada orang yang dipanggil. Dan uniknya, panggilan ini tidak mengenal gender ataupun usia. Jadi, berlaku untuk semua orang khususnya orang yang tidak dikenal.



Hal unik lainnya adalah gaya khas percakapan. Kami biasa menggunakan partikel partikel tertentu di akhiran kalimat seperti juga dalam bahasa lainnya : toh dll. Bedanya, bahasa ini menjadi bahasa ‘tembilahan’ dan bukan lagi menjadi bahasa kesukuan saja. Bahkan suku Tionghoa pun juga mahir sekali dengan dialek ‘kebanjar-banjaran’ ini. Tiga diantaranya : pang, de‘ (dibaca dengan 'e' lemah), leh (dibaca dengan 'e' seperti dalam ‚lenggang‘). Partikel 'pang' digunakan untuk penekanan kalimat, contohnya : Nang itu tu pang tu‘ (Yang itu tuh!), jadi tidak memiliki makna tertentu. Sedangkan de‘ dan leh digunakan sebagai pengganti “..., kan?“ atau bisa juga sebagai pengganti "ya“ pada akhir kalimat, contohnya: Iye, de‘ = Iya, ya. Bedanya, de‘ digunakan dalam komunitas melayu tembilahan dan leh digunakan dalam percakapan bahasa banjar. Contoh penggunaan leh : Nang ini, leh? (Yang ini, bukan?).

Sekian dulu. Tunggu postingan mengenai kebiasaan tau budaya unik lainnya ! :)

Tips mengurus visa di kedutaan besar luar negri

Postingan ini saya buat sekedar berbagi pengalaman saat mengurus visa.
VISA! Apa itu visa? Credit Card? Hurm, ato jajanan sore yang biasa dikenal dengan nama VISA GORENG? Pisang Goreng!
Pada dasarnya Visa adalah dokumen izin perjalanan antar negara. Nah, jadi gak bisa asal jalan! Kudu sah aka legal kalau gak mau dideportasi setelah sampai di tujuan. Visa ini di atur berdasarkan hubungan kerjasama yang terjalin antara negara – negara terkait. Negara-negara dalam regional tertentu melalui ikatan regionalism umumnya telah bersepakat dalam pengaturan kunjung mengunjungi ini. Jadi dalam kondisi tertentu kita gak perlu Visa aka Visa Waiver/Visa Free. Visa juga terbagi atas beberapa kategori. Kalau biasanya di kedutaan akan di tulis kode A,B,C dsb. Nah, kode tersebut menunjukan tipe visa kita yang tidak lain berhubungan dengan maksud dan tujuan kunjungan kita. Ya contohnya jalan-jalan, bisnis, kunjungan resmi (ke istana atas undangan resmi, urusan diplomatik), pendidikan (belajar di luar negri), misi budaya, dsb. Ada skala prioritas? Ada! Pada kondisi tertentu, pihak kedutaan berhak menolak aplikasi visa kita. Di lain sisi, kita juga berhak mengulangi aplikasi. Tapi bayar lagi biaya urusannya karena diterima atau tidaknya visa, uang adm dianggap hangus! Skala prioritas tersebut tentunya berhubungan dengan beberapa faktor, misalnya : Jenis paspor. Kalau kamu adalah duta, diplomat dan sejenis orang resmi lainnya, ya gak perlu repot karena biasanya banyak pengecualian, bahkan visa waiver! Faktor lainnya : Tujuan kunjungan. Seperti dibahas di atas. Kalau kunjungan lo gak jelas, ya gak bakal di approve! Maksud loe ‚gak jelas‘? Takut lo jadi gelandangan di negara tujuan! Nah, tujuan perjalanan kamu bisa dikategorikan gak jelas karena faktor dokumen-dokumen pendukung perjalanan yang merupakan bagian dari aplikasi visa, seperti : tiket pergi-pulang (Wajib! Gak bisa nungguin ortu or temen nyusul buat bliin!), juga surat undangan (konferens,misi budaya,dsb). Trus juga surat keterangan sponsor (maksudnya siapa yang nanggung biaya hidup).

Dalam hal ini kalau emang pengen jalan – jalan doang dan gak punya sodara ato temen yagn bisa ditumpangin di negara tujuan, berarti ya nanggung sendiri dong,ya = fotokopi bukti rekening bank sebagai bukti lo bisa hidup di negara tujuan dan balik lagi. Biasanya ada alternatif buat keterangan sponsor dsb ini, yakni cari temen di website traveling seperti couchsurfing dsb. Tujuan websitenya sederhana : gue mau ke negara lo, numpang ye! So, kalau udah klop ama calon host loe, mereka bisa kasi keterangan terkait, semisal alamat mereka dsb yang bakal ngebantu banget dalam proses pengurusan visa.
Semua faktor di atas gak menjamin visa lo diterima! Berangkat dari beberapa pengalaman temen gue, meskipun apply buat konferensi internasional, tetep aja ditolak dan harus apply lagi. Tapi, kalau lo lucky, visa bahkan bisa gratis! Gue pernah dapet!
Nah, gimana tuh caranya ngurus visa?
1) Setelah tahu tujuan negara lo, langsung aja googling official website ministry of foreign affairsnya mereka. Tinggal klik bagian visa. Kalau website resmi gak ada, lo bisa googling aja pake keyword semisal “Visa to XXX for Indonesian passport holder”. Ntar bakal ada banyak referensi, bahkan dari website kedutaan-kedutaan/konsulat luar negri Negara bersangkutan. Trus liat visa exemption/waiver nya. Kalau Indonesia termasuk Visa Free, lo tinggal cabut! Kalau ada tulisan VOA, itu artinya Visa On Arrival. Kategori ini juga ngebantu banget, karena kalau waktu lo mepet buat ngurus visa dan gak mau repot ngisi2 form beserta dokumen2 kayak di atas tadi, visa jenis ini adalah alternative +1000! Karena kita dikasi kesempatan buat masuk hanya dengan bayar sejumlah kecil uang (berdasarkan durasi tinggal) pas nyampe di Negara bersangkutan! Nah, kalau di website bersangkutan Indonesia gak dapet exemption/VOA, lanjut ke tips 2!
2) Baca syarat-syarat aplikasi visa di website yang udah dijelasin di atas
3) Download semua dokumen terkait. Isi forumulir visa sebisanya. Yang gak ngerti ya, tinggalin! Ntar petugas yang ngelayanin bakal bantu, kok.
4) Jangan lupa foto! Biasanya foto ini preferable berlatar putih, ukuran ya passport size, trus satu lagi : Jangan senyum! Senyum boleh, tapi jangan sampai kelihatan gigi sedikitpun! #pengalamanburukfotosenyum.
5) Sediain uang cash yang pas buat bayar visanya.
6) Kalau gak ngerti atau puyeng ama syarat-syaratnya. Tinggal telp aja tuh kedutaan bersangkutan. Nomer telp nya? Ya tinggal klik di “contact us” websitenya.
Nah, kenapa gue saranin buat nyiapin dokumennya duluan? Karena kebanyakan orang yang datang ke kedutaan, ngantri lama2, cuma buat nanya syarat2!? So, daripada bolak-balik gak jelas, mendingan persiapkan aja dokumen2 pelengkapnya dulu.
Ini link postingan beberapa Negara visa free and VOA buat Indonesian Passport Holder :
Siap ngurus, visa? Yuk, traveling!

“EXPERIENCE BEING ONE NIGHT GELANDANGAN @KL”

Semua berawal dari kesalahan saya mengirim pesan facebook kepada kakak angkat saya, Lala supaya menjemput saya „besok malam“, tidak membubuhkan tanggal dan saat itu saya menuliskan pesannya larut malam. Dikarenakan keterbatasan akses internet dan khususnya Facebook selama di Vietnam, jadi saya mengalami hambatan mengirim pesan :) Akibatnya? Begini ceritanya…

Suatu malam menantang sehabis backpackeran. Kali ini sepertinya universe mau ngasi lebih banyak lagi pengalaman hidup, kayak belum cukup ajah petualangan aral merintang (plus kere) Southeast Asia yang bahkan baru resmi selesai.

2 Februari 2011.  10.35 PM saya mendarat di KLIA, LCC terminal dari HCMC, Vietnam. Sebelum mendarat saya sempat membeli barang in flight sale: tiket sky-bus LCCT-KL SENTRAL senilai RM9, buat jaga-jaga kalau nggak dijemput, meskipun harganya lebih mahal RM2 dari biasanya (pelajaran penting: Jangan pernah terburu-buru beli tiket bus, ada banyak kok pas nyampe). Setelah mengambil bagasi berupa satu backpack, saya pun melajukan langkah ke bus stop, bus melaju 10 menit setelahnya, daaann cerita pun bermulai. Entah jam berapakah itu, setibanya di KL sentral akses komuter menuju universitas saya pun sudah tutup. Hadeeeh!! @__@‘
Taksi?? Uang dari manaa? Double charge tengah malam begini! Minta jemput temen? Sudah salah timing! Coba call temen yang lain? Pada di Indonesia! Coba temen Malay? Selain nomor kontak memang sudah tidak ada karena BB ku baru aja hilang, memang kebanyakan teman yang kemungkinan bisa menjemput sedang liburan ke kampung masing-masing! This is Chinese New Year Holiday, bro! OMG! Darn me!
Ok, what else? Try to contact them via fb? I tried! But right at the middle of my struggling effort, my battery was out. Charge it? Sudah diusir dari tempat tunggu dan tidak bisa menemukan plug. Ngenet di McD? Duit lagi miris? Mau coba telfon lagi? Baterai hape habis! 
Akhirnya tanpa berfikir panjang dan tetap berfikir positif : MASA BACKPACKER TAKUT NYASAR DI NEGRI SENDIRI? DI NEGRI ORANG ANTENG2 AJAH?! Justru itu! Saya sendiri masih bingung sama KL yang lumayan besar ini (maklum kuliah di hutan). Akhirnya mau tidak mau berusaha mencari jalan keluar : cari tempat ngecharge atau meminjam hp orang buat telfon. Tapi dimana dan bagaimana??? In the middle of nowhere in midnight???
I kept walking. I found myself confidence as usual (but his time is overconfidence: without map!). So, with my sense saya berjalan kemana saja kaki saya melangkah menelusuri high way KL yang ampun lebarnya-dan cukup mengintimidasi pejalan kaki karena tidak tahu harus kemana-sambil *kalau niat* membaca sign board. Sedikit lega, tidak lama berjalan ketemu pasar seni. Lega gimana ? Tidak ada apa-apa di pasar seni jam 2 malam ! Akhirnya kaki terus menelurusi kompleks Bumidaya di KL, *itu lo deket-deket Jalan Perdana dsb. Tapi, saya berada di sisi seberangnya. Karna gelap saya sebelumnya sama sekali tidak tahu jalan apa yang saya lalui. Yang saya tahu, saya berjalan untuk menghabiskan waktu. Kalau capek, duduk sebentar, kalau ngantuk cari tempat bersandar yang aman. Wew!

Akhirnya saya sampai di sebuah jembatan kecil yang dibawahnya ada anak sungai (masih di area yang sama). Ada beberapa gelandangan yang tidur di sana, satu diantaranya terbangun tiba-tiba dengan gerak waspada (dikirain saya polisi kali yak), padahal saya gak berisik. Saya menyusuri bahu jembatan dan sebenarnya terbesit di kepala saya (dan sangat ingin) untuk tidur di situ (*capek bgt dah ah), tapi entah kenapa saya hanya duduk sebentar dan melanjutkan perjalanan. Saya menyeberangi jembatan kedua yang ada di sisi seberangnya dan tiba-tiba seorang bapak-bapak ikut berjalan tepat setelah saya melewatinya. Hiyaaa, serem! Saya diikuti! Saya melanjutkan perjalanan dengan langkah sedikit terburu-buru dan mengedarkan pandangan ke jalan memastikan ada orang lewat. Memang ada, tapi semuanya menggunakan mobil dan melaju kencang. Duh, bagaimana saya minta tolong ini? Setelah melihat ke belakang beberapa kali dan sampai di ujung jalan yang terang, saya akhirnya lega, karena bapak itu tadi sudah tidak kelihatan. Setelah perasaan thrilled yang cukup mendongkrak adrenalin, rasa penat pun muncul lagi. Saya menelusuri jalan dan menemukan sebuah terowongan untuk menyeberang jalan. Ooops! Sebuah tim produksi film sedang melakukan syuting. Saya bingung. Saya sangat ingin menyeberang, tapi mengganggu jalannya syuting? Arghh..bagaimana cara permisinya ya? Setelah dua kali turun naik tangga terowongan itu, saya akhirnya memberanikan diri untuk meminta izin menyeberangi terowongan. Jadilah sekarang saya yang menjadi sorotan, semua kru syuting dan artis (rata-rata artis cilik, kemungkinan mereka sedang syuting film anak-anak) melototi saya (style backpacker nyasar). Saya berhasil menyeberangi terowongan dan melihat toilet umum. Ah! Pas sekali. Dan kenyataannya : Tidak pas. Toilet umum yang dimaksud sudah tutup. Cobaan berikut datang lagi : Saya menahan rasa ingin kencing. Tidak lama kemudian, saya berada di Jalan Perdana dimana Museum dan Bangunan bersejarah lainya seperti Bangunan Komuter dsb ada di sana. 

Jalan Perdana






Saya sudah lelah bukan kepalang. Saya pun tiba dibelakang kompleks mesjid samping kanan yang pastinya pagar akses menuju mesjid ditutup. Setelah diperhatikan, ada yang aneh di situ! Ya! Saya akhirnya sadar, kalau ternyata di setiap gundukan dekorasi yang ada di taman belakang mesjid itu, ada orang yang sedang tidur. Akhirnya tanpa fikir panjang, saya menemukan spot di sudut bangunan. Peduli amat! Yang penting gue mau sleeping! Berbantalkan backpack dan memeluk ransel berisi laptop saya pun berusaha tidur. Akhirnya tertidur sebentar sambil tetap waspada. Sesekali saya terbangun dan memastikan barang masih lengkap.  Pukul 4.30 terbangun, bukan karena ingin bangun atau digerebek polisi, tapi karena saya digigit semut! Eeww.


Kompleks mesjid bag.belakang tampak samping kiri
Saya bangun dan sambil mengucek mata, mulai berjalan lagi menyusuri jalan. Tidak lama, ketemu restoran india yang sudah buka. Leganya ! Artinya apa ? 1) Bisa ke toilet 2) Bisa istirahat tenang sambil menaruh barang dengan santai 3) Sarapan subuh sambil nonton TV!
Restorannya bersih dan murah! Recommended banget! 

Ini dia restoran penyelamat saya :)

Setelah menyaksikan Stoke City dikalahkan 2-0 oleh Liverpool (gol kedua dicetak dengan manisnya oleh Suarez), saya beranjak untuk naik komuter menuju ke UKM. Sebenarnya saya berniat ingin mengunjungi Museum dan Bird Park dulu pagi hari nanti. Ya, dihitung-hitung tanggung sekali, biar puas sekalian trip backpacker mendadak di KL.haha. tapi mengingat saya masih membawa backpack yang cukup besar, saya menangguhkan niat. Haha. 

Jalur menuju komuter, arsitekturnya unik ya? :)

The Commuter Platform

Sekitar pukul 8 pagi saya tiba di stasiun Universitas saya dan naik shuttle bus menuju ke kolej kediaman.
What a trip!

Lassen Sie uns in Deutsch sprechen

Title above means : Let's speak in Deutsch (German). I started to learn German this semester. It was by accident actually. My first plan was to take French 4, but suddenly the Monsieur closed the class since there were only 2 students registered. So, I was thinking to find possible alternatives and of course by consider the language level and its linkage to French, so I can easily absorb 'em later. Then, I finally chose Espana. Buuut, grfff,, the time table was clash with my major. In my desperate time, Deutsch was the only choice I got. Since the next month, I was gonna spend my whole August in Turkiye. Then, God Al-Mighty, There was new lecturer appointed for Deutsch. Then she's just kind! She gave me the permission for the whole month ALA I can score in her papers..:)


Then day by day left, I'm starting to fall in love in Deutsch. Then as for me 'language lover', learning Deutsch is not as hard as learning Francais. The problem (so far) is only about : Gender! Even if Francais has significant gender's articles for nouns too, but Deutsch is just more complicated : They serve you with 3 Genders! Name it Masculine, Feminine and Neutral! Nothing is worse than those confusing articles. 

But well, other than those everything's just OK. Alles ist im Ordnung! Especially in terms of vocabulary and pronunciation. Tackled down 'em all!

Talking about learning Deutsch, Hier ist ein sehr gut Website fur Anfanger!

Check it out!

Tweet with us @DoubleTranslate

Viel Gluck!

Holiday spaces

Hari ini menyenangkan. Bukan Raja kalau hari-harinya flat.haha....
Every second's diamond. ..
Today :

- Chit-chat ama tukang sapu jalan

- Nanya-nanya ama ank-anak esh de yang lagi nunggu bus : enak gak sekolahnya? mahal? ada keluhan? *gubrak, kayak dokter

- Chit chat bareng Staf TU (Tata Usaha-red) -nya Taman Budaya Provinsi Riau. Beliau adalah Pak Sukri. Seniman berdedikasi. Beliau udah nyampe eropa lo buat tour budaya melayu riau!... WEOWE!
Thanks to Mr. Sukri for all advices regarding to my preparation to Istanbul

- Visit Sang Nila Utama Museum. How many of you are still not interested to visit (at least) your regional museum? Ask your self. How come we become sooo proud of our tourism and historical sites, if we ourselves don't even try to love them.

- Amiinn and Alhamdulillah *yang ini limited yang tau... 

Pesona Kota Curup

Sudah lama juga saia gak update,, hehe,,, slacky,,,
nah, klai ini saia mau bercerita sedikit tentang kota curup. Yap! kota curup adalah sebuah kota di bengkulu. Sebuah kota yang terletak di area yang cukup dingin/sejuk karena ada gunungnya,,hehe.. saia juga lupa apa nama gunungnya.
Nah, kenapa bisa ke sana yak?
Jadi ceritanya, kelas 3 sma waktu itu group saia 8 Voice mengikuti pertandingan nasyid se-sumatera yang di gelar di sana. Nah, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 12 jam dari pekanbaru by bus, kamu pun sampai. Hampir mendekati kota curup kami melewati daerah pegunungan yang cukup indah, karena ditanami berbagai macam sayur dan kopi. Ada juga yang jualan strawberry lo di stasiun bus nya. Uniknya, untuk masuk ke kota curup, kami harus menaiki taksi dari stasiun yang terletak di pegunungan tadi. Jangan fikir taksi ini sama dengan taksi lainnya. Itu dia uniknya,, taksi nya sama dengan oplet... lucu juga si.. tapi okelah..

Udara di kota itu menarik. Setiap hari pasti ada hujan gerimis. tapi gak lama. Jadi, jemur pakaian pegimane? nah, klu di sana agak ajaib juga si. Pakaian pake tenaga angin langsung kering..awkakw

Dan yang menariknya lagi, makanannya murah2 banget! roti bakar satu kotak penuh cuma 5 rebu! makan puassss....hahah

Makanannya juga bervariasi,, sesuai di lidah lah.. Suasana kota itu sebenarnya biasa saja. maklum kota kecil. Tapi, nuansa nya itu,,, adeeemm ajah,,, akwka*lebay..hahha...

Apalagi yang menarik? Yep, orang nya ramah-ramah banget! Even mereka tahu kita dari luar (asing-red), mereka gak ada niat nipu, malah seneng. kayak kedatangan turis gitu.haha
Kebanyakan pekerjaan komunitas nya adalah berdagang juga. Pedagang ini pun bervariasi. Ada yang perantau dari Sumbar, Riau dll.

Kelanjutannya? Tunggu aja!

To be continued

Mandi Telor Tengah Malam

Jadi ya, tips hidup sehat itu antara dua :

1. Makan telor + mandi pake sabun

2. Mandi pake telor + minum air sabun

Tapi, pilihlah nomer 2! Kenapa begitu?

Silakan mulai petualangan KARENA di bawah :

-->Karena tepat pada tgl 23 April seorang Arbi Matsuyama (bukan nama sebenar)yang biasa dipanggil bunga, *jiaaaaahh.... menggenapkan umurnya menjadi 21 Tahun!

-->Karena kita orang modern,

Dibalik Tanggal 13!


Terinspirasi dari cerita Mr. Andy, saya merasa ingin menulis kisah dibalik tanggal 13 Agustus.alt
Ya, tanggal 13 agustus adalah hari ulang tahun saya. Sejak dulu, orang-orang percaya, bahwa angka 13 adalah angka sial. Sialnya lagi, saya hampir mempercayai itu setelah mengalami kejadian-kejadian yang meninggalkan memoir tak terlupakan.
Hari itu hari jum'at, tanggal 13 agustus 2000. Saya masih kelas 4 SD. Seusai shalat jum'at. seperti biasanya saya bersiap mengenakan baju batik seragam sekolah. Maklum, sekolah di sebuah kota kecil, saat itu menggunakan sistem shift, jadi kelas saya berlangsung siang-petang.
Setelah selesai berpakaian dan makan siang, saya beranjak mengambil kunci sepeda dan bergegas mengenakan sepatu. Saat itu, baru sekitar 1 bulan saya 'dipercaya' mengendarai sepeda, alasannya sederhana : saya baru saja pandai bersepeda.
Pada masa itu, tante saya yang masih bersekolah di Madrasah Aliyah tinggal bersama kami di rumah. Melihat saya selesai memasang tali sepatu, ia menawarkan untuk mengantarkan saya ke sekolah, karena tante ingin meminjam sepeda pergi ke suatu tempat selesai sekolah. Saya tentu saja menolak dan semua orang tahu akan berujung ke mana. Kalau dipaksa =  meledak. Saya keras kepala dan layaknya sifat anak SD pada umumnya, rasa mencintai barang baru amat tinggi,

Bangga Indonesia : Sayang Budaya Refleksikan Cinta Bangsa__http://www.mudaers.com

Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC

-Sayang budaya?-
Isu budaya mungkin menjadi polemik bagi sebagian orang. Saat isu-isu “kecolongan” terjadi, hampir setiap individu merasa “kehilangan” (baca : huru-hara). Namun, dibalik semua rasa memiliki tersebut, apakah kita sebenarnya cinta budaya dalam arti sebenar?
Mari telaah kembali hal – hal yang mungkin tanpa kita sadari telah mencuri pandangan kita tentang budaya.
1. Pengakuan budaya. Kita semua mengakui, Indonesia adalah Negara yang makmur, baik dari segi sumber daya alam maupun budaya yang beragam. Sedari kecil, paling tidak kita telah diajarkan ciri khas budaya masing-masing. Nah, apa yang terjadi sekarang? Generasi muda sudah bosan bahkan tidak ingin mendengar lagu daerah. Sangat banyak yang tidak tahu memainkan alat musik daerah sendiri bahkan tidak tahu tarian daerah sendiri, jangankan menarikannya. Kenyataannya, muda-mudi lebih memilih menguasai alat musik modern (baca : anak band).
Ironis, bukan? Saat budaya kita “direbut” oknum tertentu. Kita berkicau senyaring-nyaringnya, mengalahkan tokoh-tokoh budaya. Setiap orang beradu argumen di media-media massa dan elektronik,e.g: milis, forum etc. Tapi, sadarkah kita bahwa kita hanya terbawa emosi? Memang benar, rasa cinta tanah air sebagai wujud dedikasi itu penting. Tapi, semua itu non-sense kalau kita sendiri tidak tahu apa implementasi budaya itu sendiri. Tidak usah bicara panjang lebar, kalau kita sendiri tidak punya bukti kuat. Coba fikirkan,

Followers

 
;